Detail cerita

Web Novel · Pixinia Editorial
Setiap sore hujan, Nara menemukan satu kalimat terselip di bawah cangkirnya di kedai Jendela Timur. Tulisan itu berasal dari seseorang yang duduk di meja seberang, pelanggan yang selalu datang sebelum kereta terakhir. Ketika balasan mereka berubah menjadi percakapan, Nara menyadari orang itu mengingat pertemuan lama mereka dengan cara yang berbeda. Ia bisa menjaga semuanya tetap anonim, atau mengambil risiko menanyakan nama.
Bab lain dan jalur terkunci tersedia di Peta cabang.
Belum ada bab lain yang terbuka.